[IRC] Parenting Nabawiyah I

Banyak yang telah menulis tentang parenting. Berbagai macam bimbingan dan kelas parenting pun bermunculan. Mereka yang disemati gelar sebagai ayah dan bunda parenting bermunculan. Bahkan Yahudi dan Kristen pun membuat kelas-kelas parenting, tentu dengan sudut pandang mereka.

Berbagai konsep ditawarkan. Seiring dengan keluarga yang semakin memerlukan bimbingan. Seiring dengan banyaknya kegagalan rumah tangga. Sejalan dengan tidak sesuainya harapan orangtua terhadap anak-anak mereka. Sejalan dengan semakin mandulnya para pendidik melahirkan generasi idaman.
Seiring dan sejalan dengan itu, konsep-konsep bermunculan.

Semoga ini bukan seperti Az Zabad (buih) di lautan. Terlihat besar, mentereng, mengkilap dengan bumbu-bumbu ilmiah dan pengalaman individu. Tapi sesungguhnya hanya buih di lautan. Besar tapi tak mengakar. Menggunung tapi bingung. Tak akan bertahan. Segera menghilang dan membuat mereka yang mengaguminya terkaget-kaget dan hanya terpaku memandangi kepergiannya tanpa meninggalkan hasil.

Seperti tamsil dalam ayat berikut,

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَالَتۡ أَوۡدِيَةُۢ بِقَدَرِهَا فَٱحۡتَمَلَ ٱلسَّيۡلُ زَبَدٗا رَّابِيٗاۖ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيۡهِ فِي ٱلنَّارِ ٱبۡتِغَآءَ حِلۡيَةٍ أَوۡ مَتَٰعٖ زَبَدٞ مِّثۡلُهُۥۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ وَٱلۡبَٰطِلَۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذۡهَبُ جُفَآءٗۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمۡكُثُ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ ١٧

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (Qs. Ar Ra’d: 17)

Pasti, yang hanya konsep buih, akan segera hilang. Tanpa jejak.

Semoga ini bukan hanya Dzon (prasangka) belaka, alias ilmu kira-kira saja. Dengan sangat meyakinkan, ilmu kira-kira dibungkus dengan kemasan elegan mencengangkan. Sampai-sampai, semua yakin dan melangkah mantap mengikuti petuahnya. Bahkan, tidak boleh ada yang berbeda. Karena hampir mendekati kebenaran wahyu. Padahal bisa jadi, hanya pengalaman pribadi atau analisa terhadap binatang yang ‘dimanusiakan’ atau bahkan hanya sebuah khayalan dan sebagainya.

Seperti pernyataan ayat ini,

وَقَوۡلِهِمۡ إِنَّا قَتَلۡنَا ٱلۡمَسِيحَ عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمۡۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينَۢا ١٥٧

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS. An Nisa’: 157)

Ayat ini membahas tentang Isa Al Masih yang diyakini telah berhasil dibunuh dan disalib. Keyakinan ini didoktrinkan, bahkan sampai dibuatkan penelitian terhadap sebuah kain kafan sangat tua yang terdapat bercak-bercak darah dan diyakini oleh sebuah penelitian sebagai kain kafan Yesus saat disalib. Pengikut keyakinan ini juga sangat banyak, bahkan lebih banyak dari muslim di bumi ini. Mereka semua yakin. Bahkan disebut iman. Tapi Al Quran menyebut semua keyakinan itu hanyalah dzon (persangkaan).

Lebih umum tapi lebih jelas lagi adalah penjelasan ayat,

وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ١١٦

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al An’am: 116)

Aneh, tapi nyata. Sebuah persangkaan belaka, tapi banyak pengikutnya. Dan mereka tersesat beramai-ramai. Karena prasangka tidak akan pernah cukup menjadi landasan bagi sebuah kebenaran. Semoga bukan hanya sebuah kira-kira yang diyakini.

LIHAT SEMUA Add a note
YOU
Add your Comment
 
Didesain oleh © BAIT Al-Fatih.
X