Untuk Semua Laki-Laki

[inspirasi dari surat Yusuf dan Al Qashas]

Ingatlah setiap kali engkau keluar dari rumahmu maka engkau akan mendapati ada dua golongan dari wanita.

Golongan yang pertama:
Seorang wanita yang diuji dengan suatu penyakit ‘Imra’atul aziz’ (wanita bangsawan yang pernah menggoda Nabi Yusuf ‘Alaihi salam)…wanita yang suka berdandan, memakai wewangian dan berhias, dan dengan lisannya ia mengatakan: “marilah mendekat kepadaku.”

Golongan yang kedua:
Wanita yang tertutup dan berhijab akan tetapi karena suatu alasan mengharuskan ia keluar untuk menyelesaikan keperluan dan kebutuhannya, dan dengan lisannya ia mengatakan: “sebelum penggembala-penggembala itu (memulangkan ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”

Pada golongan yang pertama [maka bertindaklah sebagaimana yang dilakukan Nabi Yusuf ‘Alaihi salam , tundukkanlah pandanganmu dan katakanlah “Aku berlindung kepada Allah”].

Pada golongan yang kedua [maka bertindaklah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Musa ‘Alaihi salam, mengedepankan urusan orang lain (membantunya) dengan adab, dan lanjutkanlah dengan urusanmu “ maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian ia kembali ke tempat yang teduh”].
Tidak kemudian mencari simpati atau malah menggunakan kesempatan untuk hal-hal yang dilarang.

Maka sesungguhnya “kehormatan dan kemuliaan Yusuf” menjadi salah satu alasan Allah jadikan beliau sebagai ‘Aziz Mishr’ pembesar Mesir.

Begitu juga dengan Musa ‘Alaihi salam “kedermawanan dan kemuliaan” beliau menjadi salah satu alasan Allah karuniakan kepada beliau istri yang shalihah dan tempat perlindungan.

Semoga Allah karuniakan kepada kita kemuliaan dan kemampuan untuk menjaga kehormatan.

Pakaian yang dipakai oleh seorang wanita merupakan gambaran pendidikan ayahnya, kecemburuan saudara laki-lakinya, dan bukti ‘kejantanan’ suaminya, dan kesungguh-sungguhan seorang ibu senantiasa memantau perkembangan anak perempuannya, semua ini merupakan salah satu bentuk ‘Muraqabullah’ (merasa diawasi oleh Allah) untuknya; oleh karena itu mereka berkata kepada Maryam:

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”. [Maryam: 28]

Ingatkanlah ia tentang saudara laki-lakinya, ayahnya dan ibunya. Karena kebaikan dan keshalihan mereka adalah kebaikan untuknya.

Wa Allahu A’lam Bisshawab.

Oktober 8, 2019
Didesain oleh © BAIT Al-Fatih.
X